PINRANG, LettaNews — Pemerintah Kabupaten Pinrang terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian ditengah kondisi musim kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air irigasi.
Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan memanfaatkan debit Sungai Saddang melalui pompanisasi untuk menambah pasokan air menuju saluran induk Pekkabata.
Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, S.IP., M.Si berkesempatan meninjau langsung pelaksanaan pompanisasi tersebut di Desa Massewae, Kecamatan Duampanua, Jumat (11/9).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam menjaga pertanaman padi masyarakat yang membutuhkan pasokan air, khususnya di tengah kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang.
Wabup Sudirman mengungkapkan bahwa ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian.
Olehnya itu, Pemerintah Kabupaten Pinrang bersama pihak terkait terus mencari langkah yang dapat dilakukan agar keterbatasan debit air tidak memberikan dampak yang lebih besar terhadap petani.
Menurutnya, pompanisasi ini menjadi salah satu langkah yang diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan air pada areal persawahan di Kecamatan Duampanua.
Air Sungai Saddang dialirkan menuju saluran induk Pekkabata dengan menggunakan sejumlah mesin pompa yang dioperasikan secara bersamaan.
“Yang kita lakukan ini adalah bagaimana air yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk membantu pertanaman masyarakat. Harapannya, kebutuhan air untuk sawah tetap dapat terpenuhi sehingga petani bisa mempertahankan pertanamannya dan tidak mengalami kerugian akibat kekeringan,” ungkap Sudirman.
Pompanisasi tersebut saat ini didukung 10 mesin perahu ponton serta enam unit pompa berukuran 6 inci. Pemanfaatan sarana tersebut diharapkan dapat meningkatkan suplai air ke saluran irigasi sehingga pelayanan air bagi lahan pertanian masyarakat dapat lebih maksimal.
Wabup Sudirman menambahkan, pelaksanaan pompanisasi ini merupakan bagian dari langkah penanganan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pinrang untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.
Dukungan melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) juga menjadi bagian dari upaya pemerintah agar penanganan kondisi darurat seperti keterbatasan air dapat dilakukan secara cepat.
“Petani adalah salah satu kelompok masyarakat yang sangat merasakan dampak musim kemarau. Karena itu, pemerintah harus hadir dan mengambil langkah agar produksi pertanian tetap bisa dipertahankan. Dengan tersedianya air, kita berharap tanaman masyarakat dapat terus tumbuh dan hasil pertanian tetap terjaga,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang A. Sinapati Rudy mengungkapkan bahwa pihaknya masih akan memperkuat sistem pompanisasi tersebut dengan menambah tiga unit pompa.
Penambahan ini diharapkan dapat meningkatkan volume air yang masuk ke saluran induk Pekkabata sehingga distribusi air ke areal persawahan dapat berlangsung lebih optimal.
Upaya yang telah berlangsung selama 2 pekan tersebut diharapkan tidak hanya menjaga tanaman padi dari ancaman kekeringan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi petani dalam mempertahankan mata pencaharian mereka.
Dengan terjaganya pertanaman, aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian juga diharapkan tetap berjalan.
Pemerintah Kabupaten Pinrang, lanjutnya, akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan langkah penanganan kekeringan dapat memberikan hasil yang maksimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Wabup Sudirman Bungi didampingi Kepala Dinas SDA-BK Bahrumsyah dan Camat Duampanua A. Satriadin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar